Kalkulator Ovulasi, Membantu untuk Program Kehamilan

  • 2 min read
  • Dec 13, 2020
Kalkulator Ovulasi

Apakah Anda pernah menemukan kasus dimana pasangan suami istri tidak kunjung memiliki anak padahal sudah lama menikah? Kebanyakan orang pasti berpikir bahwa keduanya, atau salah satu, pasti tidak subur. Padahal, hal ini bisa terjadi karena pasangan tersebut tidak melakukan hubungan seks pada saat masa ovulasi. Apa itu masa ovulasi?

  • Pengertian Masa Ovulasi

Masa ovulasi adalah rentangan waktu dimana sel telur wanita siap untuk dibuahi oleh sel sperma. Pada masa ini, sel telur akan luruh dari rahim menuju ke tuba fallopi. Saat itulah, bisa terjadi kehamilan bila sel telur dibuahi oleh sel sperma. Tetapi bila tidak ada sel sperma yang membuahi sel telur tersebut, maka sel telur akan luruh bersama darah kotor menjadi datang bulan. Bila hubungan seks dilakukan pada rentangan waktu ini, maka kemungkinan terjadi kehamilan akan lebih besar.

Ada beberapa cara untuk mengetahui masa ovulasi, Anda perlu tahu bahwa siklus haid dibagi menjadi 4 bagian yakni fase haid, folikular, ovulasi dan luteal. Kita tidak bisa tahu kapan masa ovulasi bila tidak menghitung masa lainnya juga.

  • Fase haid

Fase haid setiap orang berlangsung dalam jangka waktu yang berbeda-beda. Ada orang yang siklus haidnya 28 hari, ada juga yang 21 hari. Bahkan, ada orang yang siklusnya cukup jauh yakni 32 hari. Tetapi, semua siklus ini masih aman asalkan ada di batas 21 sampai 35 hari.

  • Fase ovulasi

Fase atau masa ovulasi berlangsung sekitar 14 hari. Masa subur, akan dihitung sekitar 2 hari sebelum terjadinya ovulasi. Peluang terjadinya kehamilan sangatlah tinggi bila Anda melakukan hubungan seks pada waktu ini.

  • Menghitung Siklus Haid dan Masa Ovulasi

Ada beberapa tahapan kalkulator ovulasi yang perlu Anda lakukan, yakni:

  1. Mengetahui siklus haid. Hari terakhir Anda mendapatkan datang bulan disebut sebagai hari pertama.
  2. Cek siklus 3 bulan terakhir. Anda perlu mencatat kapan Anda mendapatkan datang bulan dan kapan hari terakhirnya. Setelah itu, Anda bisa membandingkannya dengan bulan-bulan sebelumnya agar bisa tahu berapa hari siklus menstruasi Anda. Pada umumnya, wanita memiliki siklus haid sekitar 28 hari. Jika demikian, maka ovulasi akan terjadi pada hari ke 14. Sementara hari ke 12 sampai ke 17 disebut dengan masa subur.
  3. Jika Anda memiliki siklus haid 30 hari, maka perhitungan ovulasi akan berubah. Diprediksi, Anda akan mendapatkan ovulasi sekitar hari ke 16. Masa subur bisa dihitung mulai hari ke 14 sampai hari ke 19.

Kalender masa subur dan ovulasi bisa digunakan untuk berbagai hal. Tidak hanya untuk mendapatkan kehamilan, Anda juga bisa menghindari terjadinya kehamilan dengan kalender ini.

Anda bisa berhenti atau tidak melakukan hubungan seks selama terjadinya masa ovulasi akan membuat Anda lebih kecil kemungkinannya untuk tidak hamil. Tentu saja, bukan berarti melakukan hubungan di luar masa ovulasi bisa menghindarkan Anda untuk tidak hamil sama sekali. Hanya saja, peluangnya lebih kecil dibandingkan saat masa ovulasi.

  • Kapan Harus Melakukan Hubungan Seks Agar Terjadi Kehamilan?

Hubungan seks yang dilakukan sekitar 2 sampai 3 hari masa ovulasi, atau saat hari pertama masa subur, memiliki kemungkinan terjadinya kehamilan yang paling tinggi. Pada masa ini, kemungkinan terjadinya kehamilan bisa antara 25 sampai 30 persen. Apabila hubungan dilakukan sekitar 5 hari sebelum ovulasi, maka kemungkinannya cukup kecil yakni hanya 10 persen saja.